PERSAMAAN PERFEKTIF
Agar disini kita tidak salah mengasumsikan antara penulis dengan pembaca, maka sebelumnya kita samakan dahulu terutama untuk diagram jaringannya.
diagramnya sebagai berikut:
192.168.1.1
INTERNET == MODEM ADSL == UBUNTU SERVER == SWITCH HUB == CLIENT
bridge mode eth0 eth1 | (192.168.0.101‐192.168.0.xxx)
192.168.1.2 192.168.0.1 Comp. Administrator/Billing
192.168.0.100
Untuk MODEM ADSL dijadikan bridge yang nantinya akan di dial‐up oleh ubuntu.
Disini speksifikasi minimum yang dipakai adalah Processor yang support 64 bit seperti:
‐ minimum Pentium 4 630/631/632 series (3GHz, FSB 800MHz, L2 2MB)
‐ atau Pentium D (2.4‐3GHz, FSB 533‐800MHz, L2 4MB)
‐ dan atau Dual Core, Core2Duo, Core2Quad, etc
Hardware lainnya: RAM DDR1/2 1GB, 2 Ethernet Card, dan Harddisk 120GB SATA (Usahakan SATA agar responsif).
Tutorial ini diperuntukkan untuk Warnet dan RT/RW Net.
Disini speksifikasi minimum yang dipakai adalah Processor yang support 64 bit seperti:
‐ minimum Pentium 4 630/631/632 series (3GHz, FSB 800MHz, L2 2MB)
‐ atau Pentium D (2.4‐3GHz, FSB 533‐800MHz, L2 4MB)
‐ dan atau Dual Core, Core2Duo, Core2Quad, etc
Hardware lainnya: RAM DDR1/2 1GB, 2 Ethernet Card, dan Harddisk 120GB SATA (Usahakan SATA agar responsif).
Tutorial ini diperuntukkan untuk Warnet dan RT/RW Net.
• Tampil awal dan pilih...
• Pilih Bahasa...


• Ubuntu Installer akan melakukan pengecekkan terhadap CD yg digunakan
• Ubuntu Installer menjalankan komponen sebagai pendukung...
• Instalasi Network..., untuk sementara diabaikan aja karena nantinya akan di setting secara manual aja.
• Masukan nama hostname/computer sesuai keinginan, misal: router
• Pengaturan Harddisk, pilih “Manual” karena akan dipersiapkan secara maksimal.
Dari harddisk 160Gb dibagi sebagai berikut:
/ 25GB XFS Boot Flag /
swap 1GB swap Swap
/home/proxy1 20GB XFS Chache proxy #1
/home/proxy2 20GB XFS Chache proxy #2
/home/proxy3 20GB XFS Chache proxy #3
Share Documents
/home/share (sisanya) NTFS
• Ubuntu installer selanjutnya akan menginstall system dasar yang dibutuhkan, tentunya setelah memformat harddisk.
• Membuat account user dan member password, misal account “Opikdesign” dan user “opikdesign”
• Ubuntu Installer akan mempertanyakan apakah connection ke internet pake proxy, tapi klo tanpa proxy bisa pilih “continue”.
• Konfigurasi APT
• Memilih paket... pilih aja: DNS Server, LAMP Server, OpenSSH Server dan Samba File Server
• Memulai instalasi... ditengah2 instalasi, akan ditanyakan password untuk MySQL, bisa dikosongkan ato boleh diisi...
• Instalasi GRUB Boot loader
Gambar 19
• Instalasi berakhir, keluarkan CD‐nya. Pilih “Continue” untuk restart dan boot dari harddisk.
Nah sekarang saya akan meneruskan konfigurasi yang sebelumnya, setelah kita menginstall ubnutu 9.10 server sekarang saya akan menjelaskan bagai mana cara mengkonfignya.
Langkah pertama kamu harus lakukan login terlebih dahulu.
• Kemudian anda masuk sebagai root, dan akan tampil seperti berikut :
•Edit file di /etc/network/interfaces, bisa menggunakan bantuan nano atau pico dan lainnya, tetapi disini penulis mengunakan nano, karena sudah familiar.
# nano /etc/network/interfaces
Sebelumnya tentukan dahulu IPv4 untuk kartu jaringan eth1, misal IP 192.168.0.1 dan netmask 255.255.255.0.
Dan perlu diingat, kartu jaringan eth0 terhubung dengan modem ADSL dan IPv4 mengikuti DHCP dari modem jadi kita tidak perlu seting
langi karena sudah di seting saat peng‐install‐an tersebut diatas.
Isi file /etc/network/interfaces rubah menjadi berikut :
kemudian di‐save.
• Lakukan restart/start pada network:
# /etc/init.d/networking restart
• Lihat hasil seting kartu jaringan pada eth0 dan eth1:
# ifconfig
seharusnya hasilnya:
Setelah itu kita akan MEMBUAT SETTING DIAL‐UP UNTUK MODEM ADSL.
• Install dahulu repository pppoe :
# apt-get install pppoe
• Jalankan pppoeconf
# pppoeconf
tampilannya akan seperti ini:
• Pilih “Yes” kemudian dia akan mendeteksi sendiri berada dimana modem ADSL tersebut.
• Pilih “yes”, diminta username dan password ADSL
• Pilih jangan menggunakan DNS Peers karena nanti kita akan membuat DNS Server local, jadi pilih "No"...
• Untuk MTU pilih "Yes" untuk default 1452byte
• Done dan langsung melakukan koneksi...
• Klo sudah, check di file /etc/network/interfaces akan ada tambahannya seperti ini :
maka isi keseluruhan file (tulisan warna merah) :
• Check interfaces dial‐up dengan ifconfig, dial‐up akan muncul interfaces ppp0
# ifconfig ppp0
hasilnya :
• Atau cara nge‐check lain, lakukan ping ke inet.
Setelah itu selesai mari kita UP‐DATE DAN UP‐GRADE SYSTEM, sekaligus kita install beberapa REPOSITORY yang akan di pakai.
•Up‐date dan Up‐grade :
# apt-get update && apt-get upgrade -y && apt-get dist-upgrade -y
• Install beberapa repository penting yang akan sering terpakai…
# apt-get install iptraf iftop whois sysstat snmp snmpd rrdtool dbconfig-common libphp-adodb php5-cli php5-gd
php-pear php5-snmp php5-adodb phpmyadmin make rpm alien subversion nmap libnet-netmask-perl curl chkconfig
• Lakukan restart.
# reboot
Setelah beres update dan upgrade system kita akan INSTALL DAN SETING
DHCP SERVER.
Untuk server, mungkin perlu DHCP Server agar computer client yg terhubung langsung mendapat IP tanpa seting secara manual.
• Install dahulu DHCP Server
o Install dhcp3 server‐nya,
# apt-get install dhcp3-server
seharusnya hasilnya :
• Setelah diinstall, lakukan seting pada DHCP3 Server,misalnya dgn asumsi jaringan pada eth1 pada range IP 192.168.0.100-
192.168.0.200 dan Netmask 255.255.255.0. Edit file conf pada DHCP3 yaitu file /etc/dhcp3/dhcpd.conf,
# pico /etc/dhcp3/dhcpd.conf
Rubah menjadi :
Catatan,
untuk option domain-name-servers nanti bisa diganti dgn DNS ISP yg bersangkutan klo tidak menginstall DNS Server dan
seandainya DNS lebih dari satu tinggal diberi tanda koma “,”.
begitu juga option netbios-name-servers bisa dihilangkan klo nanti tidak membuat WINS Server,.
• Setelah itu edit file /etc/default/dhcp3-server dan disinilah settingan DHCPdefault interfaces.
# pico /etc/default/dhcp3-server
Rubah atau isi INTERFACES‐nya seperti dibawah ini
• Lakukan restart DHCP3‐server dengan:
# /etc/init.d/dhcpd3-server restart
Akan muncul dilayar:
* Starting DHCP server dhcpd3 [ OK ]
• DHCP bisa di buat seperti halnya MAC Filter, dalam pengertian sebagai berikut:
Kita sebelumnya sudah mencatat MAC‐ADDRESS dari seluruh hardware Ethernet maupun wifi client yang kemudian diberikan IP
sesuai ketentuan MAC‐ADDRESS; contoh computer A dengan MAC 00:AA:BB:CC:DD:11 akan selalu mendapat IP 192.168.0.123.
Rubah /etc/dhcp3/dhcpd.conf, contoh konfigurasi dengan MAC Filtering :
Jadi disini bisa dipahami seharusnya, coba lihat keterangan bertulis tebal…
Selanjutnya MAC‐ADDRESS bisa disesuaikan dengan client, tersebut diatas hanya contoh…
SETING Open‐SSH SERVER
DAN MENGGUNAKAN PuTTY & WinSCP
UNTUK REMOTE KE SERVER
Sebuah port yang cara komunikasinya di encryption dan artinya para pembajak/penyadap jaringan tidak bisa mengartikannya, dengan
demikian komunikasi sangat aman. SSH ini biasanya digunaka untuk remote server sebagai pengganti telnet, rsh dan rlogin. Aplikasi server
yang sering digunakan dan akan kita gunakan di sini adalah PuTTY untuk remote selayaknya kita duduk di depan monitor dan keyboar server
dan WinSCP berfungsi untuk transfer file seperti halnya sftp.
Pada umumnya port Open‐SSH default di port 22 dan sebaliknya dirubah dengan alasan untuk keamanan, dirubah ke port yang masih
kosong atu yang belum digunakan untuk fungsi lain misal, 222 ato 2222 ato berapa aja.
• Edit file /etc/ssh/sshd_config :
# pico /etc/ssh/sshd_config
cari Port 22 dan ganti dengan port yang di kehendaki semisal Port 221
• Kemudian restart open‐ssh:
# service ssh restart
hasil tampilannya :
• Kemudian memberi password pada user root agar tiap kali login untuk mengedit file bisa langsung edit dan bisa langsung meng‐
copy ato paste file di semua folder linux. Pada dasarnya username root sudah ada hanya belum ada passwordnya akhirnya seakan
tidak aktif. User root ini ada user yang memiliki hak akses dan sebaiknya jangan diberikan ke orang lain.
Cara mengganti/memberi password :
# passwd root
masukan password yang dikehendaki dan ketik ulang.
• Download program PuTTY dan WinSCP dari computer client yang ber‐OS windows.
Download PuTTY >>> http://putty.cbn.net.id/download.html
pilih yang versi installer karena lebih stabil atau langsung ke link ini >>>
http://tartarus.org/~simon/putty‐snapshots/x86/putty‐installer.exe
Download WinSCP >>> http://mirror.its.ac.id/pub/winscp/
pilih yang versi installer juga atau langsung ke link ini >>> http://mirror.its.ac.id/pub/winscp/winscp407setupintl.exe
• Kemudian install PuTTY dan WinSCP, disini tidak perlu saya bicarakan bagaimana caranya karena hal yang mudah.
• Cara menggunakan PuTTY, masukkan ip ato nama host server kemudian masukkan port yang sudah dirubah.
Click Open klo sudah mengisi Host Name/IP server maupun port‐nya.
Maka tampilan akan menjadi…
Nah tampilan seperti apa?! Sama persis saat login pertama khan?! Apa bedanya dengan duduk depan server langsung?! Tentu Aja
jawabannya sama. Maka dari itu Ubuntu Server sudah tidak memerlukan Monitor maupun Keyboard lagi karena akan di‐remote di
computer lain atas alasan effisiensi.
• Cara menggunakan WinSCP.
Masukkan host name ato ip server dan port‐nya, masukkan pula username dan passwordnya, disini saya sarankan menggunakan
username dan password root dengan alasan agar kita bisa mendapat full akses ke semua folder maupun file bertujuan kita bisa
mengedit file2 configuration. Kemudian click Login.
Tampilannya akan seperti ini…
Sisi kiri adalah My Document dan sisi kanan adalah folder /root di ubuntu server.
Disini kita bisa memindahkan file atau folder dari kiri dan ke kanan maupun sebaliknya.
Bisa masuk ke semua folder di ubuntu server maupun bisa merubah file2 configuration termasuk membuat file configuration
lainnya.
Wah masih banyak nih konfigurasinya kita lanjutin at other times.






















0 komentar:
Posting Komentar